
Tren Penjualan Baju Muslim Jelang Lebaran Meningkat
Beberapa penjualan beberapa pakaian Muslim di Tanah Abang meningkatkan penjualan pakaian Muslim 1% sebelum Idul Fitri atau Idulfitri.
Dani, lemari Muslim di Taaha, telah menunjukkan bahwa banyak yang bukan pakaian Idul Fitri di minggu pertama puasa. Namun, pada minggu kedua orang puasa mulai membeli pakaian Muslim.
Penjualan telah dilakukan untuk tahun ini dalam setahun terakhir.
Saat mengatur nilai pedagang cocok dengan jenis kain dan modal. Tidak ada strategi khusus selain kualitas produk dan konten.
Meskipun penjualan berkurang karena munculnya toko online tahun lalu, Taaa Market telah berkumpul lagi. Biaya mode Muslim di Taana Market juga tergantung pada jenis dan kualitas kain.
Pada kesempatan yang berbeda, berbelanja di staf toko Blok B, Andan mengatakan semua jenis jilbab dijual karena preferensi klien yang berbeda. Mereka telah menunjukkan bahwa harga rap dari Rp150.000 hingga Rp400.000 Rp400.000, yang mengadaptasi konten dan desain yang disediakan.
Nilai pakaian tergantung pada kualitas kain.
Di sebelah internet, tren mode Muslim di Pasar Taana, berpakaian, desain netral dan sederhana. Meningkatkan kebutuhan tradisi perdagangan tradisional di pasar tradisional di pasar tradisional dan munculnya pengembalian masyarakat yang menunjukkan antusiasme masyarakat untuk menyambut liburan. Model Mode Muslim Muslim Muslim
Zaga adalah pilihan utama klien yang netral dan desain sederhana. Tahun ini ada banyak pelanggan yang telah menjadi nuklir untuk Ramadhan mencari jubah.
“Banyak orang mencari kolom, netralitas dan lebih tenang untuk Ramadhan bulan ini,” kata Sita Nuria.
Selain itu, Warna Burgy dan Brown juga mencakup tren mode Muslim tahun ini.
“Kami memiliki warna yang berbeda,” kata Deni.
Tahun ini, banyak orang suka mengenakan pakaian netral dan lembut. Namun, tidak ada model atau aksesori Hijas, terutama yang sedang tren kepada pelanggan untuk memilih preferensi mereka. (Miananda Florentina)
Lihat informasi dan artikel lainnya di Google News and Channels