Bisnis.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa usia remaja adalah 15-17 tahun di Indonesia.
Survei Penambahan Literasi dan Keuangan Nasional (SNLIC) 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi ekonomi pada kelompok usia hanya mencapai 51,86%. Angka ini lebih rendah dari kelompok umur produktif lainnya.
ಹಣಕಾಸು ಸೇವೆಗಳ ಕಾರ್ಯನಿರ್ವಾಹಕ ಕಾರ್ಯನಿರ್ವಾಹಕ ಮೇಲ್ವಿಚಾರಣೆಯ, ಒಜೆಕೆ, ಫ್ರಿಡರಿಕಾ ವಿಡ್ಯಾಸರಿ ಡೆವಿ, 26-35 ವರ್ಷಗಳು, 18-25 ವರ್ಷಗಳು, ಮತ್ತು 36-50 ವರ್ಷಗಳು ಅತ್ಯುನ್ನತ ಆರ್ಥಿಕ ಸೂಚ್ಯಂಕವನ್ನು ದಾಖಲಿಸಿದೆ, ಕ್ರಮವಾಗಿ 74,05%, 73,26%, 73,26%ಮತ್ತು 72.2.2.2.2.2.2.2.2.
‘Sebaliknya, seorang wanita, Kiki, Jumat (2/5/2025), mengatakan:’ 15-17 tahun dan 51-79 tahun memiliki indeks literasi keuangan yang lebih rendah, yaitu 51,86% dan 55,03%. ‘
Tidak hanya topik melek huruf, tetapi juga indeks inklusi keuangan 15-17 tahun dari kelompok remaja kurang dari rata-rata. Dalam survei yang sama, kelompok ini memiliki indeks inklusi 91,32%. Angka ini kurang dari 18-25 tahun usia produktif, yang mencatat aditif keuangan 95,07%, dan 36-50 tahun 94,11%.
Terlepas dari usia, Kiki menjelaskan bahwa tingkat melek huruf dan inklusi keuangan di Indonesia sangat terkait dengan pendidikan dan jenis pekerjaan.
Berdasarkan pekerjaan atau kegiatan sehari -hari, kelompok karyawan/profesional, pensiunan/pensiunan, dan pengusaha/pengusaha memiliki indeks literasi keuangan tertinggi, yaitu 85,80%, 74,11%dan 73,96%.
Sebaliknya, kelompok ini tidak bekerja/bekerja, petani/peternak/petani/nelayan, dan pekerjaan lainnya memiliki indeks literasi keuangan yang rendah, yaitu 49,46%, 59,32%dan 60,31%.
Selain itu, kelompok pensiun/pensiunan, karyawan/profesional dan pengusaha juga memiliki indeks penambahan keuangan yang lebih tinggi, yaitu 100%, 98,15%dan 95,21%.
Kemudian kelompok tidak bekerja, petani/peternak/nelayan dan pos lainnya memiliki indeks penambahan keuangan yang lebih rendah, yaitu 84,04%, 87,56%dan 92,29%.
Berdasarkan gender, Kiki tingkat lanjut, indeks literasi keuangan pria masing -masing adalah 67,53% dan 65,73%.
“Sementara itu, indeks inklusi keuangan pria dikatakan dibandingkan dengan 92,58% dan 92,89%, masing -masing,” kata Kiki.
Secara umum, OJK dan Central Statistics Agency (BPS) mencatat peningkatan indeks literasi keuangan dan inklusi nasional pada tahun 2025. Indeks Literasi Keuangan kini telah mencapai 66,46%, dengan 65,43%pada tahun 2024. Indeks inklusi keuangan telah meningkat menjadi 80,51%.
Lihat berita dan artikel lain tentang Google News dan WA Channel