Pegadaian Catat Lonjakan Transaksi Gadai pada Awal Ramadan 2025

PORTALTERKINI, Jakarta – PT Footprint (Persero) mencatat peningkatan transaksi pegadaian sebelum Ramadhan 2025. 

Direktur Perencanaan Keuangan dan Strategis Ferdiano Satyagrach mengungkapkan bahwa realisasi kesepakatan gadai cenderung meningkat sebesar 11%dibandingkan dengan bulan -bulan umum, terutama dalam beberapa minggu pertama Ramadhan.

“Ini karena kebutuhan untuk memulai atau menambahkan perusahaan musiman ke komunitas modal kerja, seperti perusahaan Takjil atau produk lain yang diminati untuk puasa,” kata Ferdian (3/3/2024) pada hari Selasa.

Selain itu, Ferdian mengatakan bahwa kebutuhan sehari -hari masyarakat setempat juga meningkatkan kebutuhan harian Ramadhan. Dia melihat, sebagai persiapan untuk momen Idul Fitri, banyak orang telah memilih barang hipotek untuk mendapatkan dana cepat. 

Berdasarkan perkiraan Madapa, diperkirakan kesepakatan geng di bulan Ramadhan meningkat sebesar 12%menjadi 14%tahun ini. Peningkatan ini difasilitasi tidak hanya oleh faktor -faktor eksternal tetapi juga oleh strategi internal perusahaan untuk distribusi pasar. 

“Jejak kaki juga memperkenalkan sejumlah program penjualan dan pemasaran yang menarik untuk meningkatkan jumlah pion,” kata Ferdians. 

Seperti tahun -tahun sebelumnya, emas masih merupakan subjek yang paling banyak dikelilingi di masyarakat. Proporsi barang -barang yang diamankan dalam bentuk emas, baik dalam bentuk perhiasan dan logam mulia, masih mendominasi hingga 98% dari total transaksi pion selama Ramadhan.

“Rasio kepercayaan pelanggan yang telah mengkhianati bahwa jejak kaki menjadi tempat yang aman untuk” mengirim “emas ketika kebutuhan keuangan adalah salah satu alasan utama. Selain itu, kecenderungan untuk meningkatkan harga emas dari tahun ke tahun, yang mempengaruhi nilai uang pinjaman, juga menarik pelanggan untuk melakukan bisnis.”

Tren Lombard di awal Ramadhan biasanya mengalami gelombang karena orang membutuhkan sarana baru untuk membuka bisnis musiman dan kebutuhan lainnya. Namun, saat mendekati Idul Fitri, model ini cenderung berubah ketika masyarakat adalah penyelamatan terbesar dari barang.

“Salah satu faktornya adalah karena masyarakat memperoleh THR [subsidi liburan], jadi lebih suka menghemat barang, seperti perhiasan yang telah ditentukan untuk dikenakan pada Idul Fitri,” kata Ferdians.

Tahun lalu ada model yang serupa. Dari 24 Maret 2024, jumlah distribusi pinjaman penganiayaan Ramadhan mencapai Rp6,3 triliun dalam dua minggu pertama. Angka ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, dengan kartu Lombard, yang masih menunjukkan pertumbuhan positif, telah meningkatkan RP487 miliar atau 1%sejak awal Ramadhan.

Periksa berita dan artikel lainnya di Google News dan WA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *