
10 Emiten Baru Sudah Melantai di BEI, IPO Siapa Paling Jumbo?
PORTALTERKINI, Jakarta – Exchange di Indonesia mencapai 10 pembuat elictmak baru yang berada di apartemen dari awal tahun hingga Senin (3 Maret 2010). Siapa yang mendapat IPO jumbo dana terbanyak?
PT SINAR BANJI MANDIRI TBK. (Mina) dan PT Jantra Groupo Indonesia TBK (KAQI) secara resmi mendaftarkan saham pertama di Bursa Efek Indonesia pada hari Senin (3 November 20125) setelah menyelesaikan penawaran publik perdana (IPO).
Dalam pengumuman BEI, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 IDX Vera Florida dan Kepala Divisi Perdagangan Komersial dan Operasional dan Pande Pande, Kosuma A menyebabkan Pt Sinar Tereng Mandiri TBK. (Mina) muncul di barisan utama dan acara PT Jartra Groupo Indonesia TBK. (Kaqi) untuk Dewan Pembangunan. Kedua perusahaan akan menjadi laporan dan penyiar kesepuluh yang berada di IDX tahun ini.
Di antara sepuluh masalah baru, emiten dikaitkan dengan Sugianto Kusuma, Pt Bangun Kosambi Seksses TBK. (CBDK) dengan pembiayaan RP2.3 triliun.
Sementara itu, Pt Asuransi Digital Bersama TBK. (YOII) memenangkan IPO dana mini terbanyak, yang dilakukan pada 45,32 miliar dp.
Di belakang saya dan Kaqi, produsen Termanen Kembang Sugths, Pt Yupi Indo Jelly Gum Tbk. Mempertahankan OPP dengan dana target telah mencapai RP2.13 triliun.
Yupi akan menawarkan 854 448 900 saham atau mencapai 10% dari modal yang dikeluarkan dan dibayar penuh setelah IPO dengan nilai nominal RP50 per saham.
Acara yang ditawarkan terdiri dari 256.334.700 saham baru atau 3% yang dikeluarkan dan modal dibayar penuh dan 598 114.200 saham berasal dari PT Sweets Indonesia, 7% dari IPO Capital yang dikeluarkan.
Harga penawaran awal acara atau harga IPO yupi bernilai RP2 100 untuk 2.500 rp per saham. Jika kita menanggung harga tertinggi, total dana yang diterima dari OIP ini mencapai RP2.13 triliun, yang terdiri dari 640,8 miliar dps dari penjualan saham baru dan Rp 1,49 triliun orang berasal dari tindakan penjualan PT Sweets Indonesia.
Hingga akhir Februari 2025, Kantor Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa ada 97 perusahaan yang memasuki pipa awal di depan umum di ibukota modal Indonesia dengan dana yang dikumpulkan dalam nilai 14,87 rp.
Kepala Pekerja Pengawas di Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan OJK Inarno Djajadi Burz, yang diumumkan tahun ini pada 28 Februari 2025, adalah 12 saham di pasar modal untuk mengumpulkan dana. Sementara itu, dana yang dikumpulkan mencapai 20,74 triliun rp.
“Kumpulan dana di pasar modal masih merupakan tren positif,” kata Inarno pada konferensi pertemuan Dewan Komisaris Komisaris Bulanan OJK (RDKB) pada hari Selasa, 3 Maret 2015).
Sementara itu, masih ada 123 acara pengumpulan dana yang memasuki pipa. Dana yang dikumpulkan di saluran pembuangan saham dari perolehan dana mencapai 42,56 triliun rp.
Khusus untuk IPO, Inarno mengatakan bahwa ada 97 saham IPO ke dalam gas OJK. Diharapkan bahwa nilai mendapatkan dana melalui 97 opium akan mencapai 14,87 triliun.
Daftar implementasi IPO pada hari Senin (3. 3.2025)
Pengunduran diri: Tujuan dari pesan ini adalah untuk mengundang Anda untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. PORTALTERKINI tidak bertanggung jawab atas semua kerugian dan manfaat yang dihasilkan dari keputusan investasi pembaca.
Periksa pesan dan item lainnya di Google News dan WA Channel