Buaya Muncul di Pantai Selayar, Balai PK Ingatkan Warga Tak Bertindak Gegabah

Pantai Selayar

leadecomph.com – Kemunculan buaya sepanjang sekitar 3 meter di pesisir Pantai Appatanah, Kabupaten Kepulauan Selayar, sempat menghebohkan warga. Banyak masyarakat yang khawatir dengan keselamatan nelayan dan pengunjung pantai. Namun, Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar Wilayah Kerja Sulawesi Selatan menegaskan bahwa buaya tersebut tidak boleh ditangkap selama masih berada di perairan laut dan tidak menunjukkan perilaku agresif.

Read More : Aksi Damai Mahasiswa Sulawesi Protes Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara keselamatan manusia dan perlindungan satwa liar. Balai PK menilai, tindakan gegabah justru bisa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Buaya di Laut Masih dalam Habitat Alaminya

Menurut Analis Pengusahaan Jasa Kelautan Balai PK Sulsel, Munandar Jakasukmana, laut merupakan bagian dari habitat alami buaya. Selama hewan tersebut masih berada di air dan tidak mengancam warga, maka tidak ada dasar hukum untuk melakukan penangkapan. Ia menjelaskan bahwa penanganan baru bisa dilakukan jika buaya naik ke daratan atau mulai mendekati permukiman. Dalam kondisi tersebut, potensi konflik dengan manusia dianggap lebih tinggi dan perlu ditangani secara khusus oleh pihak berwenang.

Alasan Buaya Bisa Muncul di Pesisir

Munandar menduga, buaya yang terlihat di Pantai Selayar merupakan predator lokal yang sedang mencari wilayah baru. Hal ini bisa terjadi karena persaingan dengan buaya lain di habitat sebelumnya. Ketika kalah bersaing, buaya akan berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman dan nyaman. Pesisir yang masih alami, tenang, dan memiliki sumber makanan menjadi tempat yang cocok bagi mereka untuk bertahan hidup.

Baca juga: Legislatif Sulteng Bahas Dua Proyek Strategis Bersama Pemerintah

Evakuasi Bukan Solusi Sederhana

Banyak warga yang berharap buaya tersebut segera dievakuasi. Namun, Balai PK menilai langkah ini tidak semudah yang dibayangkan. Buaya memiliki insting penciuman yang sangat tajam dan mampu mengenali wilayahnya dalam jarak puluhan kilometer. Jika dipindahkan, besar kemungkinan buaya akan kembali ke lokasi semula. Bahkan, pemindahan ke daerah lain justru berpotensi memindahkan masalah ke wilayah baru.

Koordinasi Pemerintah dan Harapan Warga

Saat ini, Balai PK terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Selayar dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik. Tujuannya adalah menjaga keamanan masyarakat tanpa melanggar aturan perlindungan satwa.

Sementara itu, pemerintah desa dan aparat setempat masih menyusun strategi pengamanan bagi nelayan dan warga sekitar. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati lokasi kemunculan buaya dan tetap waspada. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan konflik antara manusia dan satwa liar di Pantai Selayar dapat diminimalkan, tanpa harus merusak keseimbangan alam yang sudah ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *