leadecomph.com – Peristiwa tragis kembali terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebanyak 13 pelajar nekat mengonsumsi minuman energi yang dicampur dengan spiritus. Akibat tindakan berbahaya tersebut, dua remaja berinisial WA (16) dan SA (17) meninggal dunia, sementara 11 pelajar lainnya harus mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang bahaya minuman oplosan di kalangan remaja.
Read More : Kereta Api Diesel Mogok, Warga Di Maros Terjebak Di Jalan
Kronologi Kejadian di Pulau Sapuka
Peristiwa ini terjadi di Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, pada awal Februari 2026. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, kejadian bermula pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, WA, SA, AB, dan SO berkumpul di belakang sebuah bangunan sekolah. Mereka membeli satu botol spiritus, minuman energi, air mineral, serta susu kental manis. Semua bahan tersebut kemudian dicampur menjadi minuman oplosan dan diminum bersama-sama.
Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, SA kembali membeli bahan yang sama. Minuman tersebut kembali dioplos oleh WA dan dibawa ke Dermaga Batu Pulau Sapuka. Di lokasi itu, mereka minum bersama sembilan remaja lainnya hingga larut malam.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Keesokan harinya, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita, WA mulai merasakan sakit parah di rumahnya. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Sapuka. Tidak lama kemudian, SA juga mengalami gejala serupa dan dibawa untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong. WA dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.00 Wita, disusul SA pada pukul 20.00 Wita di hari yang sama. Sementara itu, 11 remaja lainnya juga sempat dirawat, dan hingga kini masih ada empat orang yang menjalani perawatan intensif.
Proses Penyelidikan Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Polisi memeriksa para korban yang selamat, saksi, serta penjual spiritus yang diduga memasok bahan berbahaya tersebut kepada para pelajar. AKP Imran menegaskan bahwa proses interogasi masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta lengkap di balik peristiwa ini. Penyelidikan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Baca juga: Warga Gowa Geruduk Proyek Bendungan Je’nelata Karena Ganti Rugi Belum Cair
Bahaya Minuman Oplosan bagi Remaja
Kasus ini kembali membuktikan bahwa minuman oplosan sangat berbahaya bagi kesehatan. Kandungan spiritus dapat merusak organ tubuh, menyebabkan keracunan berat, bahkan berujung pada kematian. Remaja yang masih dalam masa pertumbuhan sangat rentan terhadap dampak buruk zat beracun.Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan zat berbahaya. Pengawasan yang lebih ketat juga perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Tragedi 13 pelajar di Pangkep yang mengonsumsi minuman oplosan campur spiritus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Dua nyawa melayang akibat keputusan yang salah dan kurangnya pemahaman akan risiko kesehatan.
Diharapkan kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi minuman berbahaya. Dengan edukasi yang tepat dan pengawasan yang baik, kasus serupa dapat dicegah demi masa depan yang lebih aman dan sehat.