Tragedi Bocah Penjual Tisu di Kendari Tewas Ditabrak Alat Berat, Berjuang Demi Makan di Rumah

Tragedi Bocah Penjual Tisu di Kendari

leadecomph.com – Tragedi memilukan kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang bocah perempuan berinisial NS (8) harus meregang nyawa setelah ditabrak alat berat saat sedang berjualan tisu di jalan. Yang membuat hati semakin perih, NS berjualan bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena di rumahnya tidak ada nasi untuk dimakan. Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik dan memicu gelombang simpati dari masyarakat.

Read More : Simulasi Penanganan Bencana Gempa Dan Tsunami Digelar Di Pesisir Palu

Kronologi Kejadian di Perempatan PLN Wuawua

Kecelakaan tragis ini terjadi di perempatan PLN Wuawua, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kendari, pada Kamis (29/1) malam. Saat itu, NS sedang menjajakan tisu di sekitar lokasi. Tanpa disadari, sebuah alat berat jenis loader melintas dan melindas tubuh korban. Benturan keras tersebut membuat NS meninggal dunia di tempat kejadian.Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Tangisan Ibu yang Mengguncang Hati

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat ibu korban menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya. Ia mengaku bahwa dirinya menyuruh NS berjualan karena tidak ada makanan di rumah. “Saya suruh pergi jual tisu karena tidak ada nasi. Dia tidak mau makan kalau tidak ada nasi,” ucap sang ibu sambil terisak. Ungkapan kesedihan itu menggambarkan betapa beratnya kehidupan yang harus dijalani keluarga kecil tersebut.

Baca juga: Turnamen Esports Sulawesi Catat Rekor Partisipan

Penjelasan Polisi Terkait Kasus Kecelakaan

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, menyampaikan bahwa operator alat berat berinisial ZA (36). Saat ini, kasus tersebut telah masuk ke tahap penyidikan. Menurut keterangan polisi, peristiwa ini bukan termasuk tabrak lari. Operator mengaku tidak menyadari bahwa alat berat yang dikemudikannya telah melindas korban. “Sementara ini masih dalam proses penyidikan,” ujar Kevin.

Refleksi Sosial di Balik Tragedi

Kematian NS bukan hanya tentang kecelakaan lalu lintas. Lebih dari itu, peristiwa ini membuka mata banyak pihak tentang persoalan kemiskinan dan perlindungan anak. Seorang bocah seusia NS seharusnya berada di rumah, belajar, dan bermain. Bukan berada di jalan demi mencari makan. Tragedi ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan anak dan kesejahteraan keluarga kurang mampu, supaya kejadian serupa tidak kembali terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *