leadecomph.com – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kali ini, dua remaja yang berboncengan sepeda motor terlibat tabrakan dengan sebuah mobil di Jalan Trans Sulawesi. Peristiwa ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia di tempat kejadian. Insiden tragis tersebut terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 17.50 WITA. Warga sekitar sempat dikejutkan oleh suara benturan keras di lokasi kejadian.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi
Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Yamaha Nmax bernomor polisi DM 3318 EW dan mobil Toyota Fortuner DN 1079 NP. Sepeda motor tersebut dikendarai oleh Adil Pansu (16) dengan membonceng Ibrahim Ahyar (16). Menurut keterangan pihak kepolisian, kedua remaja tersebut melaju dari arah Kota Gorontalo menuju Kabupaten Bone Bolango. Saat melintasi jalan yang berliku di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, motor diduga keluar jalur.
Pada saat bersamaan, sebuah mobil Fortuner yang dikemudikan oleh Nur Ain Octaviani Tohopi (32) melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan normal. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak bisa dihindari. Kapolsek Kabila Bone, Iptu Andi Rustan, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, motor melaju melewati jalurnya sendiri sehingga menabrak mobil.
Kondisi Korban dan Penanganan Polisi
Akibat kecelakaan tersebut, Ibrahim Ahyar yang dibonceng meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara itu, Adil Pansu mengalami luka berat. Adil diketahui mengalami patah tulang di bagian paha kanan dan tulang kering kanan, serta luka robek di paha. Korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi.
Sementara itu, pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka serius. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Baca juga: Gubernur Sulsel Janji Percepatan Penyaluran Apbd
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat berkendara. Terutama di jalur rawan seperti jalan berliku dan padat kendaraan.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga kecepatan. Dengan begitu, risiko kecelakaan fatal di jalan raya dapat diminimalkan. Keselamatan di jalan bukan hanya soal keterampilan mengemudi, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.