KPU Sulsel Perkuat Program KPU Mengajar Lewat Sinergi Baru dengan Dinas Pendidikan

KPU Sulsel

leadecomph.com – KPU Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan langkah strategis. KPU menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Kerja sama ini bertujuan memperkuat Program KPU Mengajar. Program tersebut akan dijalankan di 24 kabupaten dan kota.

Read More : KORPRI Sulsel Dorong Kesehatan ASN Lewat Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks

Audiensi berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025. Pertemuan diterima langsung oleh Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim. Sejumlah pejabat struktural juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Pertemuan dipimpin oleh Anggota KPU Sulsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Hasruddin Husain. Ia hadir bersama jajaran Kasubag Partisipasi Masyarakat. Tujuannya memastikan pendidikan pemilih di lingkungan sekolah berjalan berkelanjutan.

Komitmen Membangun Pendidikan Demokrasi Sejak Dini

Dalam sesi pemaparan, Hasruddin menjelaskan pentingnya kolaborasi. Kerja sama antara KPU dan sektor pendidikan dinilai sangat penting. Pendidikan demokrasi harus diperkenalkan sejak dini. Ia menegaskan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya dilakukan saat pemilu. Program edukasi tetap harus berjalan di luar tahapan pemilu. Dengan cara ini, generasi muda dapat lebih siap menghadapi pemilu di masa depan.

“Kami ingin pendidikan demokrasi tetap berjalan. Pelajar perlu memahami nilai demokrasi sejak sekarang,” ujarnya.

Hasruddin menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari amanat konstitusi. Pendidikan kewarganegaraan menjadi fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, pelajar memiliki peran besar dalam demokrasi. Mereka adalah pemilih pemula. Mereka juga dapat menjadi agen perubahan di masa depan.

Program KPU Mengajar Siap Diperluas ke 240 Sekolah

KPU Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel sebelumnya telah menjalankan program bersama. Salah satu kegiatan yang sukses adalah Pemilihan Ketua OSIS serentak. Kegiatan itu dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota pada tahun 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar penguatan Program KPU Mengajar. Program ini direncanakan berjalan pada tahun ajaran 2026. Tahap pertama akan menyasar 240 sekolah. Setiap kabupaten dan kota mendapat alokasi 10 sekolah. Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman siswa tentang demokrasi.

Siswa akan belajar prinsip-prinsip pemilu. Mereka juga akan memahami asas demokrasi. Partisipasi aktif dalam pemilihan menjadi bagian penting dari pembelajaran. Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Mustakim, menyampaikan dukungan penuh. Ia menilai program ini memiliki manfaat besar bagi pelajar.

“Kami mengapresiasi program ini. Kami akan meneruskannya kepada pimpinan dan satuan pendidikan,” katanya.

Pedoman Teknis Disiapkan untuk Implementasi Program

Dalam audiensi tersebut, KPU Sulsel menyerahkan dokumen penting. Dokumen itu berupa Draft Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program KPU Mengajar. Isi dokumen mencakup asas pemilu. Tujuan program juga dijelaskan secara rinci. Prinsip penyelenggaraan kegiatan turut dimuat dalam pedoman tersebut.Selain itu, terdapat panduan penguatan pemilu inklusif. Pedoman ini disusun agar mudah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.

Kasubag Partisipasi Masyarakat KPU Sulsel, Sahyra, menyampaikan harapannya. Ia berharap program ini berjalan lancar. Ia juga berharap hasilnya berdampak positif bagi siswa.

“Semoga pelaksanaannya sukses seperti Pemilihan Ketua OSIS serentak,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, KPU Sulsel menargetkan lahirnya generasi muda yang cerdas. Literasi demokrasi diharapkan semakin kuat. Generasi muda diharapkan menjadi pemilih yang kritis dan bertanggung jawab. Masa depan demokrasi Indonesia bergantung pada mereka. Pendidikan demokrasi di sekolah menjadi langkah awal yang penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *