Adira Finance Bidik Momentum Ramadan dan Lebaran untuk Kerek Kinerja Pembiayaan

PORTALTERKINI, Jakarta – Fri Adira Dinamika Multi Finance TBK. Optimitis dapat menggunakan pemotretan Ramadhan dan Idul Fitri dengan berbagai strategi untuk meningkatkan distribusi pembiayaan, tradisional dan polisi.

CFO, Adira Fina, Silvanus Ghanan, mengatakan bahwa Ramadhan dan LeBran telah menjadi musim yang meningkatkan dana. 

“Secara historis, momen Ramadhan dan Idul Fitri menjadi musim, yang biasanya terjadi dengan peningkatan distribusi pembiayaan, baik dalam hal pembiayaan tradisional.” 

Menurut peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode ini, itu disebabkan oleh berbagai faktor, terutama kebutuhan mengangkut tanah air dan konsumsi, seperti kebutuhan kendaraan transportasi, untuk kembali ke tanah air, pemasaran makanan, biaya untuk kembali ke rumah dan lainnya.

Permintaan kendaraan biasanya tumbuh, baik mobil maupun sepeda motor, karena banyak orang membutuhkan perangkat transportasi baru atau tambahan saat kembali ke tanah air mereka. Selain itu, persyaratan tambahan untuk biaya pembiayaan selama Ramadhan dan faktor -faktor juga merupakan faktor yang berkontribusi pada meningkatnya permintaan pembiayaan.

Untuk kesempatan ini, Adira Finance adalah strategi yang berbeda untuk menarik lebih banyak konsumen. Salah satu langkah utama adalah memberi klien program yang menarik dan program yang luas.

Jani mengatakan: “Salah satu upaya perusahaan untuk mendorong pembiayaan musim ini adalah untuk menyediakan berbagai program menarik dan penawaran promosi untuk konsumen.”

Meskipun agresif dalam penggunaan tunas Ramadhan, biara pembiayaan masih menerapkan prinsip pencegahan dalam distribusi pembiayaan. 

Termasuk pembiayaan fragmentaris sesuai dengan nafsu makan perusahaan yang berisiko untuk terus mempertahankan hasil yang sehat dan seimbang. 

Selain strategi pemasaran dan promosi, Adira Finance juga meningkatkan aspek manajemen risiko untuk mempertahankan kualitas pembiayaan. Perusahaan menjamin bahwa proses persiapan akun secara efektif dilakukan untuk mengurangi potensi pinjaman yang buruk. 

Jani mengatakan: “Selain itu, perusahaan masih menyediakan implementasi kegiatan akun yang efektif untuk mengurangi kemungkinan pinjaman yang buruk,” kata Jani.

Di sisi lain, Adira Finance juga meningkatkan kemampuan operasionalnya dengan meningkatkan jumlah karyawan di beberapa cabang atau daerah yang membutuhkan energi tambahan. Langkah ini bertujuan mempertahankan kelembutan tindakan sambil mengurangi risiko kredit. 

Secara umum, Adira Finance mencatat 36,6 triliun rupe baru pada akhir 2024. Pembiayaan baru perusahaan berada dalam menghadapi 12 % dari koreksi tahunan (setiap tahun). 

Namun, Adira Finance berhasil mencatat peningkatan 10 % dalam pembiayaan, yang sering didominasi oleh produk multi -laut atau uang tunai (uang). 

Dari Desember 2024, pembubaran IMF dicatat oleh 9 triliun rupee atau peningkatan 11 % dibandingkan tahun lalu.  Di sisi lain, untuk membiayai sektor mobil, sekitar 80 % adalah distribusi pembiayaan untuk kendaraan baru, dan 20 % sisanya ditransfer ke pembeli dari kendaraan bekas. 

Sementara pembiayaan Syariah Syariah untuk perusahaan mencapai 13 triliun rupee pada akhir 2024, jumlah ini mencatat peningkatan pertumbuhan tahunan 3 %. 

Lihat pesan dan artikel lainnya di Google News dan WA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *