
Diterpa Kasus Korupsi, Bank BJB (BJBR) Beberkan Dampak terhadap Operasional
PORTALTERKINI, Jakarta – Komisi Routicing Corruption (KPK) mengungkapkan kasus korupsi yang seharusnya dalam iklan PT Bank Pembangunan karena Jawa Barat dan Banten TBK. atau BJB Bank (BJBR).
Berdasarkan pengungkapan informasi, AI Subna, persetujuan BJB Bank mengatakan KPK disebut lima tersangka terkait dengan dugaan tindakan korupsi kriminal. Perusahaan, menurutnya, menghormati proses hukum, terus memprioritaskan prinsip anggapan tidak bersalah.
Dia mengklaim bahwa perusahaan mendukung prinsip -prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), transparansi dan kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku.
AI juga menjelaskan bahwa, di antara kasus -kasus berkelanjutan, perusahaan memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan biasanya berlanjut dan menjadi prioritas bagi BJBR.
Semua dewan bisnis dan administrasi BJBR selalu berkomitmen untuk menyediakan layanan terbaik untuk pelanggan, pemegang saham, mitra bisnis dan semua pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan terus fokus pada pertumbuhan bisnis dan memenuhi tanggung jawabnya kepada semua pemangku kepentingan.
AI menjelaskan bahwa laporan kasus yang dilaporkan berdampak pada risiko reputasi perusahaan. “AI yang dilakukan oleh perusahaan tidak berkomitmen untuk mempertahankan profesionalisme, transparansi dan penyediaan layanan terbaik, sehingga dapat terus memberikan kepercayaan kepada pelanggan, pemegang saham, mitra bisnis dan semua pemangku kepentingan lainnya,” kata AI dalam pengungkapan informasi pada hari Senin (17/3/2025).
Dalam perkembangan terkini, KPK secara resmi ditunjuk sebagai mantan pendukung BJB yang mengelola Yuddy Renaldi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam iklan. Yuddy adalah salah satu dari lima tersangka total yang secara resmi bernama KPK pada 27 Februari 2025.
Empat lainnya termasuk pemimpin di BJB Cordesec, divisi WHI, sementara tiga tersangka lainnya adalah pemilik agensi yang menerima penempatan BJB yang sensitif untuk berbagai media cetak dan elektronik, yaitu IAD, SUH dan RSJK.
“Kemudian KPK pada 27 Februari 2025 memberi lima Sprinds No. 13-17 untuk lima tersangka,” kata PLH. Direktur Investigasi KPK Perbatasan Sokmo pada konferensi pers.
Sebelumnya, kepemimpinan BJBR saat ini adalah konsumen BJB dan direktur ritel Yusuf Saadudin sebagai aktor aktor.
Yusuf menggantikan Yuddy Renaldi, yang dibebaskan ke posisi CEO Majelis Umum Pemegang Saham (GM) untuk beberapa waktu ke depan.
Periksa berita dan artikel lainnya di Google News dan King Channel