
Hati-Hati, Tawaran Investasi dan Pinjol Ilegal Marak jelang Lebaran
PORTALTERKINI, Batam -Before Libarran 2025, Otoritas Jasa Keuangan Kepulauan Rayo (Riau -islands) mengingatkan masyarakat untuk lebih sadar akan penawaran investasi ilegal dan pinjaman ilegal melalui internet (pinjaman) yang muncul secara teratur sebelum Idul Fitri.
“Momen -momen yang harus penuh dengan berkah sudah digunakan oleh orang -orang untuk melakukan penipuan dengan situasi yang berbeda,” kata kepala Rayo Danandjaya Ouklands di Batam, Minggu (3/23/2025).
Dia kemudian menekankan pentingnya kehati -hatian dalam menerima investasi atau pinjaman online (pinjaman) yang tidak jelas.
Dalam hal sejumlah saran yang diperlukan untuk mempersiapkannya untuk perangkap artis, termasuk: jangan mengklik tautan yang mencurigakan atau sumber yang tidak jelas. Pemikiran logis tentang investasi atau pinjaman dengan keuntungan abnormal. Jangan pernah memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Pastikan penyedia layanan keuangan dilegitimasi dengan memverifikasi apakah mereka terdaftar di OJK.
Sinar meminta warga yang sudah menjadi korban penipuan untuk segera mengajukan laporan ke saluran resmi OJK. “Kami akan mencegah akun penipuan,” tambahnya.
OJK juga memiliki mekanisme untuk mencegah pelanggar keuangan. Selain itu, publik dapat memverifikasi legalitas lembaga keuangan melalui kontak OJK pada nomor 157 atau whatsapp di 081 157 157 157.
“Ingat, sebelum saya meminjam, #Cekdulu memahami kebutuhan dan kemampuan untuk membayar pinjaman, serta kesamaan dan kewajiban yang harus dipenuhi,” kata pepatahnya ditutup.
Di masa lalu, tim buruh memperingatkan untuk memberantas kegiatan keuangan ilegal (kelompok buruh), salah satu anggotanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa publik akan lebih sadar akan berbagai kondisi penipuan yang ditangani di hadapan Ramadhan dan Edolrrey 1446 jam di sektor keuangan.
Sekretariat bisnis Hudiyanto mengatakan periode sebelum penggunaan Lebaran oleh orang -orang yang tidak bermoral untuk meluncurkan penipuan dengan rencana yang berbeda.
“Beberapa jenis kondisi penipuan termasuk penawaran ilegal di internet (pinjaman) yang dimiliki oleh operasi cepat untuk memenuhi kebutuhan sebelum festival, dan investasi ilegal memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, dan berburu korban untuk memberikan informasi atau data pribadi melalui tautan/tautan.”
Hudiyanto mengatakan metode plagiarisme atau penipuan lain menggunakan identitas lisensi untuk menipu para korban dan sebagian penawaran pekerjaan.
Lihat berita dan artikel lainnya di Google News dan WA