
Ini Faktor-faktor yang Bikin Pekerja Betah
PORTALTERKINI, Jakarta
Prancis Jelira mengatakan kepala sistem pribadi HP Indonesia adalah faktor pertama – ini adalah kinerja atau implementasi.
“Ini berarti bahwa di tempat kerja, tentu saja, ada tujuan yang ingin kami capai. Ada juga tujuan ekonomi, ada tujuan kredibilitas, dan ada juga banyak pengalaman.
Faktor berikutnya adalah panduan atau panduan. Menurutnya, seorang pemimpin yang efektif dan efektif dapat memberikan empati bagi responden indeks hubungan kerja (WRI).
Dia melanjutkan bahwa organisasi memiliki kepemimpinan yang hanya bisa memesan, tetapi ini membuat ketidakhadiran tim. Kasus -kasus seperti itu pada akhirnya mengabaikan munculnya pergantian atau pengunduran diri pekerja dan digantikan oleh pekerja baru.
“Faktor lain adalah orientasi orang,” katanya. “Ini berarti bahwa jika perusahaan atau solusi harus mempertimbangkan faktor manusia dalam kasus ini. Jadi ini bukan hanya bisnis.”
“Perusahaan memutuskan untuk pindah ke daerah lain, meskipun sebagian besar pekerja tinggal jauh dari daerah itu,” katanya. Ini menciptakan hubungan yang tidak sehat antara pekerja dan pekerjaan mereka.
Faktor lain adalah kemampuan atau keterampilan. Sebuah jajak pendapat dari responden Indonesia menunjukkan bahwa ini sangat penting, misalnya, ia memiliki keterampilan kerja yang baik.
Dia menjelaskan: “Karena kadang -kadang dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan yang membuat seseorang merasa di rumah. Saya merasa kompetensi saya hilang dan keterampilannya tidak berkembang.”
Faktor berikutnya adalah alat atau alat, termasuk penggunaan kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan. Di masa depan, para responden menyadari bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi pesaing, tetapi ada banyak manfaat yang dapat dilakukan dengan kecerdasan buatan.
Tentu saja, faktor terakhir adalah tempat kerja atau ruang kerja yang baik, tentu saja, memberikan pekerjaan perhatian. Menurutnya, faktor -faktor ini adalah faktor penentu dari rumah kerja yang terlibat dalam pekerjaan yang dia ikuti.
Periksa berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel