Korika Minta Prabowo Prioritaskan 4 Hal Ini untuk Ciptakan AI Berdaulat

PORTALTERKINI, IACARTA – Kolaborasi penelitian dan inovasi industri kecerdasan buatan (Corium) untuk menjadi pemain dalam industri buatan Indonesia (AI) yang masih terbuka, asalkan berfokus pada empat hal.

“Yang pertama adalah menyiapkan aplikasi IA di berbagai sektor. Kami menyebut kasus penggunaan,” kata Presiden Korika Hammam Riza kepada Bisnis. 

Indonesia, kata Hammam, harus memiliki aplikasi yang menyetujui kebutuhan sektor ini, yang dapat meningkatkan produktivitas atau mengurangi biaya operasi. Aplikasi juga dapat bekerja dengan ringan, terutama untuk beberapa pekerjaan yang berulang.

Kedua, lanjutan hammam, menyiapkan data dan infrastruktur seperti pusat data, komputer super, GPU dan sebagainya. Penanganan data, dari pertukaran data dalam pembentukan data AI, mungkin tidak merusak kreativitas atau hak cipta. Pemerintah juga harus memastikan bahwa data yang digunakan aman, tidak lagi mencuri data pribadi.

“Data inklusif, data yang bukan tegang, mereka tidak memiliki Sara,” kata Hammam. 

Selain itu, Hammam mengatakan itu adalah instalasi listrik. Dia berharap pengembangan AI Indonesia menggunakan kekuatan baru dan konversi, tidak lagi berasal dari fosil. Kemajuan IA menggunakan banyak konsumsi energi. Untuk mengurangi dampak lingkungan, perlu menerapkan kekuatan baru dan konversi. 

Hammam mengatakan bahwa alasan lain pemerintah harus bersiap untuk menyajikan IA berdaulat, yang penting bagi Indonesia sebagai pemain tidak hanya di pasar, untuk menjadi kebijakan. Pemerintah harus membawa peraturan partisan dalam kedaulatannya. 

Hammam memeriksa bahwa esensi Indonesia memiliki modal besar dari bentuk banyak sumber daya manusia untuk menjadi pemain IA. Indonesia hanya boleh meningkatkan kemampuan sumber daya manusia ini dan membuat bakat digital berbakat dengan memberikan pelatihan.

“Jadi, bagaimana kita bisa membangun kemampuan sumber daya manusia untuk menjadi talenta yang lebih tinggi,” kata Hammam.

Periksa berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *