Pemerintah Ingin Internet Murah Merata, ATSI Dorong Kolaborasi

PORTALTERKINI, Jacarta – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI) mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam presentasi Internet yang dapat diakses di berbagai wilayah.

Wakil presiden Atsi Merza Fachys mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur internet harus dihargai oleh semua tingkat masyarakat, bahkan di daerah terpencil. 

Untuk alasan ini, Merza mengatakan bahwa semua pihak yang berkepentingan yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan infrastruktur internet, mulai dari pemerintah, penyedia layanan, hingga komunitas umum, harus bertemu dan berkolaborasi untuk mencapai hal ini.

“Apa pun itu dan siapa pun faktor inhibitor untuk pengembangan dan gangguan ketahanan, kita harus segera mengatasi dan menemukan solusi sesegera mungkin,” kata Merza di Bisnis, Senin (3/3/2025).

Selain itu, Merza melihat ekuitas dan meningkatkan kualitas akses ke internet dapat mendorong ekonomi.

Evaluasi akses yang adil dan berkualitas ke internet akan memungkinkan orang -orang dari berbagai daerah untuk bergerak dengan cara terbaik.

“Internet yang adil akan dapat meningkatkan ekonomi perusahaan dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi negara itu,” kata Merza.

Menurut ATSI, Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII) mengevaluasi bahwa ekuitas Internet dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan ekonomi negara.

Sekretaris -General APJII Zulfadly Syam mengatakan bahwa Internet akan semakin memiliki banyak efek, termasuk pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. 

Namun, untuk membuatnya, Zulfadly mengatakan bahwa pemerintah harus bekerja sama dengan penyedia layanan internet yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.200 ISP. 

“Anda juga tidak ingin maju dengan jargon internet ekonomi, tetapi dengan mekanisme oligarkis lebih besar dari 1.200 ISP. Oleh karena itu, solusinya harus lengkap dan inovatif,” kata Zulfadly.

Zul menyarankan agar pemerintah memiliki gerbang pintu masuk internasional di beberapa titik lain di Indonesia, untuk mendorong kesetaraan internet yang dapat diakses. Saat ini, interkoneksi paling internasional hanya berasal dari Batam. 

“Ini lebih berat dari ekspansi. Ini pasti benar -benar tugas pemerintah. Mengenai ekspansi, dengan insentif yang baik. Ini pasti akan dikonsumsi oleh pertumbuhan IP,” tambahnya.

Periksa berita dan artikel lainnya di Google News dan WA Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *