
Belanja Kementerian/Lembaga Anjlok 45% per Januari 2025, Efek Efisiensi?
PORTALTERKINI, Jakarta – Kementerian/Institusi dikurangi menjadi 45,56% pada Januari 2025 dibandingkan dengan Januari 2024 (tahun demi tahun/tahun).
Membiarkan dokumen APBN dalam edisi Februari 2025, yang muncul di situs web resmi Kementerian Keuangan pada hari Rabu (03/09/2025) – tetapi dokumen itu tidak lagi tersedia pada sore hari – umumnya, pengeluaran pemerintah telah berkurang.
Pengeluaran pemerintah terdaftar menurun sebesar RP184.19 triliun pada Januari 2024 menjadi RP180,77 triliun pada Januari 2025 atau -1,86% (per tahun).
Sebagian besar, pengurangan biaya karena biaya yang lebih sedikit untuk Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 44,78 triliun rps Januari lalu tahun lalu menjadi 24,38 triliun rps pada Januari 2025.
Ingatlah bahwa pengurangan pengeluaran bersama dengan Presiden Prabowo Subiante membuat efektivitas RP306,67 triliun melalui Pendidikan Presiden (INSPR) No. 1/2025, diterbitkan pada 22 Januari 2025.
Di mana K/L harus toleran untuk menghadapi pemotongan terbesar dalam anggaran adalah Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan atap RP110,95 triliun, anggaran kementerian harus dikurangi menjadi jumlah 81,38 triliun rp, sehingga hanya RP29,57 triliun tersisa. Biaya K/L Pekerja.
Selain itu, merujuk pada dokumen APBN, kinerja pekerja K/L mencapai RP16,86 triliun, yang terdiri dari komponen upah dan subsidi RP11,29 triliun dan komponen subsidi kinerja, biaya, lembur dan triliun RP5 lainnya.
Kesadaran meningkat sebesar 10,56% (YOY), yang terpengaruh, antara lain, pembayaran subsidi guru profesional (TPG) kepada Kementerian Agama (Kemenag). Pembelian barang k/l
Melihat pembelian K/L, tercatat bahwa itu dibuat dalam jumlah Rp3.22 triliun atau menurun sebesar 75,12% dibandingkan dengan Januari 2024, yang dicapai dengan RP12,94%.
Menyediakan dan mendistribusikan program diet gratis (MBG) yang termasuk dalam pasar barang K/L.
Selain MBG, Sri Mullan juga melewati modernisasi Almatsus dan Sarpras Polri, penggunaan Kementerian Pertahanan, Direktorat -Jenderal untuk Kesehatan Kementerian Kesehatan UPT, anggota legislatif komunikasi publik, pemeliharaan keamanan dan perintah masyarakat, serta investigasi dan investigasi kejahatan.
Penurunan
Biaya modal dicatat pada 172,55 miliar rps pada Januari 2025, yang digunakan untuk mendapatkan Sarpras TNI non -Myrdish dan meningkatkan kantor bahan udara oleh Kementerian Pertahanan, informasi transportasi udara dan arahan transportasi melalui Kementerian Transportasi.
Dibandingkan tahun lalu, tidak ada lagi biaya modal untuk jalan, irigasi dan jaringan menggunakan infrastruktur, termasuk, untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan populer tahun ini. Pembelian Bantuan Sosial
Dengan demikian, kesadaran akan pengeluaran bantuan sosial (BANS) telah mencapai 4,13 triliun rps dari Januari 2024, mencapai 152,45 triliun. Sri Mishani diamati untuk tidak melakukan pengeluaran untuk bantuan sosial PKH dan kartu makanan pada Januari 2025, seperti tahun lalu.
Pada akhir Januari 2025, pengeluaran bantuan sosial digunakan oleh distribusi kontribusi kepada 96,7 juta peserta dalam penerima Program Asuransi Kesehatan Nasional (PBI).
Selain itu, ini juga untuk mendistribusikan bantuan kuliah melalui Kementerian Agama dan implementasi rehabilitasi sosial (perhatian) dan bantuan untuk anak yatim, orang tua dan orang -orang cacat.
Biaya non -k/L pada tanggal 31 Januari 2025, mencapai Rp61,66 triliun, yang terutama dipengaruhi oleh alokasi subsidi dan pembayaran manfaat pensiun.
Melihat TKD pada tanggal 31 Januari 2025, mencapai 94,73 triliun. TKD berasal dari distribusi dana distribusi umum (DAU), dana distribusi laba (DBH), dana khusus non -non -non (DAK) dan dana desa. Beberapa dana TKD yang belum didistribusikan karena mereka masih menunggu pengiriman persyaratan saluran dan/atau tidak termasuk dalam program distribusi.
“Selain informasi, menurut Presiden 1/2025 Directive, ada adaptasi terhadap distribusi set TKD di KMK No. 29/2025,” tulis Sri Mulani dalam buku itu, yang dilaporkan pada hari Rabu (3/3/2025). Berikut ini adalah tren pembelian pada Januari 2021-2025:
Sumber: Kemenkeu, diedit
*Data 2021 tidak tersedia
Periksa artikel baru dan lainnya di Google News dan WA Channel